Trik Mancing di Waduk Jatibarang (Bagian 2)

Tuesday, August 15, 2017
Pada umumnya fungsi waduk adalah untuk menampung air yang digunakan untuk irigasi, namun berbeda dengan waduk Jatibarang atau juga di kenal dengan Waduk Goa Kreo. Fungsi utama waduk ini adalah untuk mencegah banjir di wilayah Semarang bawah (Banjir kanal barat) yang biasanya terjadi setiap 5 tahun sekali. 

Karena tidak digunakan untuk keperluan irigasi volume air waduk ini selalu tetap pada saat musim kemarau. Pada musim penghujan saat volume air naik cenderung tidak lama, biasanya akan bertahan selama 2 hari saja. Jika di hitung dari volume air penuh maka waduk ini resmi beroperasi kurang lebih 2 tahunan. 

Waduk Jatibarang memiliki luas relatif kecil, karena fungsi utamanya adalah untuk mencegah banjir maka fungsi lain dari waduk ini adalah untuk rekreasi. Ada banyak sarana rekreasi air di waduk ini salah satunya adalah speed boat. Khusus untuk penghobi memancing cukup di manjakan dengan aturan ketat di waduk ini yaitu tidak diperbolehkan menjala, menyetrum, meracun sehingga habitat ikan akan tetap terjadi. Sayang nya di waduk ini masih ada aktifitas mancing dengan teknik jala. 

Berbagai jenis ikan air tawar ada di waduk ini seperti Nila, Graskap, Gabus (Kutuk), Ikan Putihan (Bader, Sreteng), Melem, Bandeng, Kakap Putih, Bawal, Patin dan Udang Galah. Ikan asli atau habitat awal sebelum jadi waduk adalah ikan lele, Bader sehingga dari sisi ukuran sudah bisa di pastikan sudah ada yang lebih dari 3 Kg. 

Dari berbagai jenis ikan yang ada di waduk Jatibarang yang masuk kategori sulit untuk di pancing adalah Kakap Putih, Bawal, Patin. Kakap Putih sampai saat ini belum ada yang berhasil memancing dari sisi bisa di pastikan ukuran ikan ini sudah bisa mencapai lebih dari 5 Kg.

Rekor tertinggi yang pernah penulis lihat untuk ukuran lele yang berhasil di pancing sudah ada yang mencapai ukuran lebih dari 3 Kg, sama dengan ikan Patin, Graskap dan Gabus juga sudah ada yang lebih dari 3 kg. 

Bagi Anda yang tertarik ingin mencoba sport mancing di waduk Jatibarang berikut ini Kami berikan tips atau teknik mancing dengan berbagai variasi umpan.

Umpan Lumut.
Teknik ini umumnya sudah banyak di pahami. Ada 2 jenis teknik mancing dengan lumut. Bagi orang di wilayah selatan (Karesidenan Solo) di kenal dengan teknik ngobok / Mancing sambil berendam di air dan satu lagi mancing dengan perahu atau di pinggir waduk. 

Jika Anda ingin mancing dengan umpan lumut ini bisa memilih spot dimana saja. Anda tidak perlu khawatir spot mana saja yang potensial karena di waduk jatibarnag disediakan penyewaan perahu yang bisa di tanyakan spot mana saja yang biasa digunakan untuk memancing dengan umpan lumut.

Ada 3 lokasi penyewaan perahu yaitu Dermaga Pak Juwari dan Mbah Man. Lokasi ini juga cukup dekat. Jika Anda butuh perahu mesin silakan ke dermaga, jika butuh perahu sampan bisa memilih ke Pak Juwari. Lokasi detail dari kedua persewaan akan saya berikan di Maps.


Persewaan Perahun (Dermaga)

Pak Juwari (perahu sampan)

Spot lokasi untuk mancing lumut di pinggiran waduk bisa dilakukan di mana saja. Saya merekomendasikan di sektiar lokasi tempat Pak Juwari (Warung Makan Pemancingan) karena di lokasi ini relatif aman dari pemancing jaring. Selain itu di sini untuk memesan makanan (Kopi, Nasi, Mie) relatif lebih  mudah dan bisa pesan antar. Kekurangan dari lokasi Warung Makan Pemancingan tidak bisa di jangkau kendaraan roda empat hanya roda dua saja dan saat musim penghujan kondisi jalan juga akan sulit di lewati.


Spot Warung Makan Pemancingan

Umpan lumut di kota Semarang bisa di beli di sekitar Kaligawe atau bisa juga membeli di dekat waduk Jatibarang yaitu di pos ojek SMP 22 Semarang Gunungpati tepatnya di Jalan Cepoko Raya. Khusus untuk di gunug pati ini buka mulai pagi sekitar jam 7 hingga siang hari sekitar jam 12 (tergantung stock). Sebelum membeli Anda bisa mengubungi langsung penjual di nomor 0857 0218 1947.




  Lokasi penjual Lumut 



Umpan lumut ini bisa juga di gunakan untuk memancing ikan bandeng. Teknik memancing adalah dengan membuat rangkaian mata pancing dengan teknik dasaran. Karena di lempar ke tengah maka lumut harus diberi garam agar lunak dan saat di lempar ke tengah tidak mudah lepas.

Beberapa teknik memancing ikan bandeng dengan lumut salah satunya adalah dengan menggunakan pelampung yang biasa di gunakan para pemancing di waduk Wonorejo Tulungagug Jawa Timur - tidak bisa di terapkan di waduk Jaribarang. Penyebabnya adalah ukuran waduk kecil dan adanya gangguan perahu speed boat yang melintas.  

Ukuran ikan Bandeng di waduk Jatibarang juga sudah lumayan besar, rata-rata yang biasa di dapatkan pemancing saat ini adalah 0,3 Kg. Sejak pertama kali bibit ikan bandeng di tebar hingga saat ini kurang lebih 1 tahun, jika sudah 2 tahun maka ukuran 1 ekor bandeng sudah bisa mencapai 1 Kg.



Umpan Mainan
Teknik ini biasa dikenal dengan casting. Untuk jenis ikan yang umumnya didapat adalah ikan Gabus dan Graskap. Ukuran ikan yang berhasil di tangkap dengan teknik ini beragam dari ukuran setengah kilo hingga 1 kg.

Waktu yang tepat untuk mancing dengan teknik casting di waduk Jatibarang adalah saat pagi hari antara jam 05.00 hingga jam 07.00. Spot yang dipilih bisa di spot Pak Juwari, di sini ada spot bekas sungai dengan lokasi spot ilalang sehingga banyak ikan Gabus mencari makan di pinggiran. 

Umpan Hidup
Umpan hidup yang bisa digunakan di waduk Jatibarang adalah Yuyu (kepiting kecil) dan ikan nila atau red devil kecil. Untuk umpan ikan kecil bisa di cari di waduk jatibarnang. Khusus untuk umpan ini hanya untuk jenis ikan Gabus saja, jika Anda sedang beruntung bisa mendapatkan ikan graskap.

Biasanya umpan hidup yang banyak di gunakan di waduk adalah cacing tanah, entah kenapa untuk umpan jenis ini sangat sulit di terapkan di waduk Jatibarang. Biasanya dengan cacing tanah (ukuran besar) sesekali jika Anda beruntung bisa mendapatkan ikan Nila dengan ukuran jumbo (diatas 5 nyari). Namun peluang ini sangat kecil sekali jadi tidak disarankan menggunakan umpan cacing.

Sesuai dengan pengalaman beberapa kawan pemancing bisa juga menggunakan umpan jangkrik dengan teknik pancing dasaran. Umpan di lempar ke tengah waduk atau sekitar 10 meter. Dengan teknik dan umpan jangkrik ini berhasil strike ikan gabus dan lele ukuran jumbo (diatas 1 kg) namun waktu memancing pada malam hari. 

Umpan Pelet
Selain lumut jenis umpan pelet populer di gunakan para pemancing di waduk Jatibarang. Untuk jenis ikan yang biasa di dapatkan adalah Bader, Melem, Sreteng. Namun dari pengalaman beberapa pemancing dengan umpan ini bisa mendapatkan ikan Patin, Graskap, Bawal dan Nila. 

Teknik memancing dengan umpan pelet adalah teknik dasaran dengan mata pancing khusus yaitu dengan model gombyok. Biasanya gombyok ini dibuat dengan maksimal 4 mata pancing dengan ukuran mata pancing 4. Bisa juga menggunakan nomor 5 atau 6. 

Dengan umpan pelet ini sesekali bisa juga mendapatkan ikan Bandeng namun dengan teknik membuat rangakaian pancing. Gombyok di letakkan paling bawah diatas gombyok di buat rangkaian mata pancing dengan jumlah 4 atau 5, untuk rangakaian pancing bisa menggunakan ukuran nomor 7. 

0 komentar:

Post a Comment test