Tips Mancing Bandeng Jumbo Waduk Jatibarang

Thursday, February 28, 2019
Lima tahun sejak resmi beroperasi berbagai jenis ikan yang ada di waduk Jatibarang Semarang sudah memiliki ukuran jumbo (besar). Ikan di habitat liar seperti waduk cenderung lebih cepat tumbuh besar dari pada di habitat kecil seperti empang karena suplai makanan lebih banyak dan kuwalitas air juga bagus termasuk yang ada di waduk Jatibarang.

Air di waduk Jatibarang berasal dari aliran air dari gunung Ungaran dan berbagai perbukitan di sekitar Boja / Kendal sehingga airnya jernih dan tidak mengandung limbah seperti umumnya air yang ada di wilayah Perkotaan. Suplai air tidak pernah habis meskipun saat musim kemarau seperti waduk pada umumnya. Jadi sepanjang tahun jumlah air tidak akan mengalami penyusutan secara signifikan kecuali jika ada perbaikan terhadap waduk yang pernah terjadi sekali di mana air turun mencapai 10 meter.

Pengelolaan waduk yang ketat juga turut membantu melestarikan jumlah ikan di waduk Jatibarang. Ada larangan ketat dimana di waduk ini tidak boleh menjala, tidak boleh memasang jaring panjang, mengobati ikan, menyetrum. Akan tetapi masih ada aktifitas menjaring ikan namun menggunakan jaring pendek dengan ukuran 5 - 8 meter dengan jumlah minimal 10 jaring. Aktifitas yang di kenal dengan mancing jaring ini saat ini banyak di lakukan oleh penduduk di sekitar waduk Jatibarang karena hasil yang di dapatkan setiap hari bisa mencapai minmal 10 Kg ikan sekali berangkat (semalam).


Jenis ikan Bandeng tawar yang ada di waduk Jatibarang termasuk salah satu ikan yang sudah berukuran besar dengan bobot minimal ada yang sudah lebih dari 1 kg. Untuk bobot lebih dari 2 Kg pastinya juga ada namun sampai saat ini belum pernah ada yang mendapatkan karena seringnya senar putus. Untuk teknik ini mungkin perlu menggunakan mata kail ukuran diatas 10 dan senar dan kualitas baik. Ukuran ini masih belum bisa menyamai ukuran bandeng yang ada di waduk Wonorejo Tulungagung Jatim.

Menurut beberapa sumber yang penulis dapatkan kenapa ikan bandeng di waduk Wonorejo memiliki ukuran yang sangat besar karena pemerintah Tulungagung Jatim menyuplai bandeng dalam satu tahun sebanyak 2-3 kali jadi stok ikan Bandeng melimpah. Jika pemerintah kota Semarang juga melakukan hal yang sama tidak menutup kemungkinan waduk Jatibarang bisa menjadi salah satu spot wisata mancing khusus ikan Bandeng karena jenis ikan ini menjadi favorit pemancing dengan sensasi tarikan saat strike.

Sopt mancing bandeng di waduk Jatibarang ada di titik tertentu. Untuk pemula yang ingin mancing di waduk Jatibarang tidak perlu kawatir informasi sopt mana yang ideal. Bisa di tanyakan langusng ke penjual (warung makan) atau ke tukang perahu (antar jemput pemancing).

Umpan idel untuk mancing bandeng di waduk Jatibarang adalah lumut. Namun bisa juga menggunakan pelet. Semua jenis pelet bisa tapi sebaiknya gunakan pelet yang di jual seharga 2500 / bungkus. Atau bisa juga menggunakan pelet lele bulat (pelet lele) nanti di campur dengan air panas kemudian di oleni hingga menjadi satu. Bisa juga menggunakan tepung panir dengan campuran pelet.


Untuk umpan lumut bisa menggunakan joran tegek atau bisa juga menggunakan joran lempar. Teknik mana yang nyaman silakan di pakai. Jika masih tidak bisa memasang lumut bisa di matikan dulu lumutnya dengan cara menambahkan sedikit garam atau essen agar menjadi lemas dan mudah di pasang di mata kail.

0 komentar:

Post a Comment test