Trik Mancing Ikan Malam Hari

Wednesday, May 1, 2019
Artikel ini sepenuhnya membahas teknik mancing pada malam hari di alam liar atau bukan di empang ataupun kolam. Tulisan berdasarkan pengalaman penulis saat mancing di berbagai tempat utamanya adalah di waduk yaitu waduk Kedung Ombo, Waduk Bade dan Waduk Jatibarang. Saya akan membagikan kedalam ketiga kategori sesuai dengan lokasi.

Teknik mancing malam hari tidak sepenuhnya bisa di terapkan di lain waduk karena beberapa faktor antara lain kondisi waduk, kebiasaan ikan di waduk tersebut dan sebab lainnya. Jadi tulisan ini mungkin masih bisa di terapkan dengan berbagai variasi umpan.


Waduk Kedung Ombo
Mancing di waduk kedung ombo pada malam hari target ikan hanya satu yaitu ikan Gabus. Jenis umpan yang di gunakan hanya satu yaitu cacing kalong (cacing tanah ukuran besar). Teknik mancing adalah menggunakan joran dari bahan bambu dengan jumlah minimal 15 biji.

Teknik yang di gunakan cukup simpel yaitu memasang joran (di tancapkan di pinggir waduk) dengan jarak kurang lebih 5 meter antara satu joran dengan joran lainnya. Cacing di letakkan ke dasar tanpa menggunakan pemberat. Usahakan cacing dalam keadaan hidup. Jika dalam kondisi mati segera ganti dengan yang hidup.

Idelanya untuk kedalaman spot adalah 30 cm atau paling dalam adalah 60 cm. Usahakan cari spot sawah yang tergenang air atau daerah yang banyak ilalang nya karena ikan gabus lebih suka berada di spot tersebut.

Jika gabus tidak kunjung makan, pindahkan joran agak ketengah dengan kedalaman kurang lebih 1 meter. Target ikan kita ganti untuk ikan lain seperti Nila. Sesuai dengan pengalaman ikan Nila yang berhasil di tangkap juga besar.

Teknik ini bisa di terpakan di tempat lain atau hampir semua waduk dengan umpan yang sama. Pada umumnya untuk waduk lain seperti di waduk Jatibarang umpan di ganti dengan kodok (precil) karena di Semarang tidak ada yang jual cacing kalong.

Waduk Bade.
Nama waduk ini mungkin sedikit asing bagi orang di luar wilayah Karang Gede Boyolali. Terletak di wilayah utara Boyolali. Untuk detail mengenai waduk bade bisa di simak di link ini.

Mancing di waduk Bade target ikan adalah Nila dengan umpan yaitu cacing putih. Jenis cacing ini umunya juga tidak di jual di pasaran. Biasanya hidup di dekat kandang sapi atau di pinggir sawah. Ukuran cacing relatif besar namun tidak lebih besar dari cacing kalong.

Waduk Bade menyediakan perahu atau lebih tepatnya getek yang ada rumah rumahan jadi dalam kondisi hujan tidak perlu kawatir. Sampan ini sama seperti yang ada di waduk Wadas Lintang bedanya untuk di waduk Bade bisa di pindah tempat.

Cari titik spot dengan kedalaman 4-5 meter. Karena menggunakan joran tegek tanpa pelampung idealnya tegek yang di gunakan adalah ukuran 4-5 meter. Setelah spot sudah di tentukan sebelum mancing titik spot di beri umpan katul atau dalam istilan mancing di bom. Tunggu 10 menit atau 15 menit setelah itu umpan di lepas.

Penerangan yang digunakan saat mancing di waduk Bade adalah lampu petromak. Jangan kawatir ikan akan lari karena dari pengalaman ikan akan ngumpul saat di ada pencahayaan. Ikan nila hasil tangkapan ukuran bervariasi antara 3-6 nyari. Jika beruntung bisa mendapatkan ikan lele atau gabus.

Waduk Jatibarang.
Mancing malam hari di waduk Jatibarang lebih variatif ikan nya. Ikan yang pada siang hari relatif tidak mau makan pada malam hari lebih sering makan antara lain adalah ikan Lele, Gabus dan Patin. Biasanya ikan target yang sering dicari adalah ikan Patin menggunakan umpan pelet dengan teknik lempar dasar menggunakan pancing gombyok. Pancing gombyok dibuat 4 atau 6.

Waduk Jatibarang termasuk waduk unik karena jenis ikan yang lebih bervariasi dan lebih alami dan ada aturan yang melarang aktifitas nelayan seperti di waduk lain. Tidak boleh menjala, nyetrum apalagi memasang perangkat atau jalan  dengan ukuran berapa saja.

Untuk umpan juga bervariasi mulai dari Jangkrik, pelet, cere, precil atau biasa juga menggunakan umpan cacing. Saat ini hampir tidak ada lagi aktifitas mancing Gabus menggunakan teknik seperti di waduk kedung ombo karena lokasi spot memang tidak memungkinkan seperti di waduk kedung ombo yang relatif lebih landai dan lebih luas.

Mancing malam hari lebih beresiko karena kondisi gelap. Tetep selalu berhati hati dan usahakan mengajak teman. Bagi yang penasaran mancing malam hari di waduk Jatibarang bisa melihat pada video dibawah ini.

Berdasarkan pengalaman Saya mancing malam hari di waduk Jatibarang waktu ideal untuk mancing adalah saat musim penghujan dengan umpan jangkrik dengan target ikan lele dan gabus. Rekor ikan Lele yang berhasil di pancing dengan umpan jangkrik seberat kurang lebih 3 Kg. 


0 komentar:

Post a Comment test