Mancing di Waduk Jatibarang Dapat Ikan Jaguar Cichlid atau Kerapu Tawar

Thursday, February 20, 2020
Ada pemadangan agak tidak biasa belum pernah melihat sejak saya pertama kali mancing di waduk Jatibarang, ada ikan bentuknya mirip dengan ikan nila yang membedakan adalah corak dibadan, warna dan gigi taring. Ada dua gigi taring dua diatas dan dua dibawah. Sudah dapat dipastikan bahwa ikan ini adalah jenis ikan predator.

Setelah tanya kebeberapa grup mancing akhirnya di dapatlah nama si ikan yaitu Jaguar Cichlid. Ada yang menyebut nama itu adalah ikan kerapu tawar. Hal yang menarik adalah dibeberapa daerah di Jawa Barat ikan ini sudah cukup lama ada dan jumlahnya banyak.


Jaguar Cichlid ternyata juga cukup populer di Indonesia khususnya pecinta ikan hias, bahkan sudah banyak pembibitannya. Banyak juga penelitian dari universitas maupun lembaga tentang ikan ini dalam hal budidaya. Meskipun hobi mancing saya tidak hobi memelihara ikan jadi jenis-jenis ikan hias tidak terlalu paham. Ternyata harga 1 ekor ikan ini bisa mencapai Rp. 50.000 - Rp. 75.000.


Ikan air tawar ini berasal dari amerika tengah bagian selatan sampai amerika tengah bagian timur. Dari sungai ULUA di Honduras yang melewati Negara Nicaragua sampai sungai Matina di Negara Costarica. Kapan ikan ini datang ke Indonesia tidak ada data yang menyebutkan.

Ukuran maksimal atau indukan ikan ini dikisaran 60 gram. Meskipun predator tapi tidak bisa mencapai ukuan besar seperti halnya ikan kerapu air asin. Jadi jenis ikan ini memang cocok untuk dijadikan ikan hias.

Saat mendapatkan ikan ini di waduk Jatibarang, umpan yang digunakan adalah cacing. Karena termasuk jenis ikan predator, jika ingin mendapatkan ikan ini bisa menggunakan umpan lain seperti udang. Ada informasi yang menyebutkan ikan ini rasanya gurih meskipun ukurannya kecil. Hampir mirip juga denga rasa ikan kerapu.

0 komentar:

Post a Comment test